BANYUASIN – Kondisi memprihatinkan terjadi di Dusun 2, Desa Sejagung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Akses utama masyarakat berupa jembatan penghubung kini menjadi sorotan publik karena kondisinya yang nyaris ambruk dan tidak lagi layak dilalui.(2/4/2026).
Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi warga untuk beraktivitas, baik menuju perkebunan maupun persawahan. Letaknya yang berada di atas aliran sungai membuat masyarakat tidak memiliki alternatif lain selain melintasi jembatan tersebut setiap hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (2/4/2026), warga terpaksa melakukan gotong royong membangun jembatan darurat dengan biaya swadaya. Kegiatan ini melibatkan masyarakat Dusun 2 Desa Sejagung serta warga Dusun 6 Desa Semuntul (Ulak Balang).
Aksi gotong royong ini dilakukan karena kondisi jembatan yang ada saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Salah satu warga yang ikut dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sebelumnya sudah beberapa kali disurvei oleh anggota DPRD Banyuasin dari daerah pemilihan Rantau Bayur. Bahkan, menurutnya, sempat ada janji pembangunan.
“Sudah sering disurvei dan dijanjikan akan dibangun, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Mau tidak mau kami harus bergerak sendiri, karena jembatan ini sangat penting bagi kami,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku sudah berulang kali menyampaikan aspirasi, namun belum mendapatkan perhatian yang diharapkan dari pihak terkait.
“Kami ini masyarakat kecil, hanya bisa berharap. Bukan kami tidak bersyukur dengan adanya pemerintahan, tapi sampai sekarang belum terlihat kepedulian, apalagi menjadi pelopor dalam membantu masyarakat,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, warga juga mengapresiasi adanya inisiatif dari masyarakat yang bersedia menjadi penggerak dalam pembangunan jembatan darurat tersebut, termasuk membantu penyediaan material dan konsumsi apabila dana swadaya tidak mencukupi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa setempat belum dapat dikonfirmasi terkait kondisi jembatan yang hampir roboh tersebut. (Red)

